Powered By Blogger

Jumat, 11 Desember 2015

HARI GUNUNG SEDUNIA (11 DESEMBER)

11 Desember adalah Hari Gunung Sedunia dan alam berkembang kian buruk. Jika ingin tahu lebih jelas sifat asli orang-orang, ajaklah ia mendaki gunung. Diatas sana tak ada yang bisa sembunyikan karakter aslinya. Jika egois akan egois, penakut akan banyak diam, pengeluh akan tak berhenti berkeluh kesah sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing dan kemudian bisa saling INTROSPEKSI DIRI. Mendaki tak jauh beda dengan kehidupan. Lewati tanjakan terjal yang bisa bikin menyerah, berhati-hati susuri tepi jurang, jika tak hendak terpeleset. Dan jika terpeleset, mampukah melanjutkan perjalanan atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang atau berhenti untuk sejenak melepas lelah dari perjalanan panjang. Sesekali kita butuh orang lain untuk berpegangan tangan saat lewat titian, bahkan harus percayakan nyawa kepada teman ketika perlu memanjat bagian tebing curam.

Menapak lautan juga penuh dengan filosofi hidup. Laut dikisahkan pasir yang akan meredam air laut. Apapun kejadian dilaut, laut tak akan menggempur daratan kecuali bencana sebesar tsunami. Yang bermakna sebisa apapun yang terjadi dengan kita, jangan sampai membuat orang lain mengalami dampak negatifnya. Tetap melakukan dan berbuat yang terbaik tanpa harus ada yang tersakiti, terdzalimi, dan teraniaya. Laut juga mampu tanggulangi sampah yang menyesakinya dengan dihempaskan ke pantai atau memendamnya dikedalaman sehingga menjadi sedimen. Begitu juga kehidupan, ada hal yang harus kita lakukan dan ada hal yang harus kita pendam. Supaya tidak keluar kemana-mana. Supaya tidak menjadi fitnah atau sejenisnya. Laut punya lapisan yang berbeda-beda pada kedalaman-kedalamannya. Tetapi dia tetaplah laut. Kita boleh berbeda satu sama lain, tetapi kita harus tetap bersatu padu. Bumi sangat dipengaruhi laut. Tapi laut tidak meempengaruhi dirinya dan makhluk didalamnya juga tetap menjaga dirirnya masing-masing tanpa harus dipengaruhi olah air laut. Lihat ikan laut, meskipun dia tinggal dilaut yang airnya asin tapi rasanya tetap tawar. Artinya, walaupun dibelahan manapun berada,kita harus tetap menjadi diri sendiri yang bijak dan mampu membuat perubahan yang baik untuk sekeliling.

Filosofi tertinggi, sendiri dipuncak bukit atau sendiri ditengah samudra semakin meyakinkan kita bahwa kita sungguh teramat kecil. Bagai sebutir pasir dipegunungan dan sebulir air di samudra, TAK PANTAS UNTUK PONGAH.


Laut atau Gunung ? Asam di Gunung, Garam di Laut, bertemu dalam belanga. Kamu suka gunung, aku suka laut, mari bersatu dalam BEJANA CINTA. Cinta alam, cinta sesama, merupakan wujud mencintai kehidupan

-Kang Maman ILK-

TETAP CINTAI DAN JAGA KEINDAHAN GUNUNG DAN LAUT INDONESIA







SUNRISE GUNUNG PRANJI


MENUJU LOMBOK


GILI TRAWANGAN

KET. FOTO :
"MENUJU LOMBOK"
Diikutkan dalam Lomba Fotografi "ANUGRAH NUSA BAHARI 2015" yang diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan & Pewarta Foto Indonesia Jogjakarta

Kamis, 10 Desember 2015

POSONG TEMANGGUNG : Sepenggal Cerita tentang Sebuah Negeri Di Atas Awan



Kali ini saya akan mengulas tentang sebuah tempat yang saya sebut sebagai Negeri Di Atas Awan. Tempat tersebut mengingatkan saya pada sebuah lagu dari Katon Bagaskara yang berjudul Negeri Di Awan.



Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang Negeri Di Awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah Kau bawa Aku menuju kesana

Sebuah tempat yang penuh dengan kedamaian, dimana kita dapat menikmati pemandangan yang sungguh eksotis dan sangat menakjubkan. Tempat tersebut dikenal orang sebagai Wisata Alam Posong Temanggung. Namun sebelumnya, saya akan menceritakan Sejarah tempat wisata yang menakjubkan ini.


SEJARAH POSONG

Untuk mengetahui sejarah dari tempat ini, saya telah menemukan beberapa sumber. Salah duanya yang telah saya temukan adalah sebagai berikut :



Dari kedua sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa kata “POSONG” tersebut berasal dari kalimat “Pos Sing Kosong” (Pos yang sudah kosong). Kalimat tersebut merupakan sebuah bagian cerita pada zaman Perang Diponegoro dengan Belanda. Waktu itu, ketika pasukan Pangeran Diponegoro sudah terdesak di Magelang dan Temanggung banyak pasukan yang kemudian mendirikan pos sebagai tempat persembunyian di daerah Tlahab bagian atas yaitu di Lereng Gunung Sindoro.

Namun, selang beberapa waktu, persembunyian ini terendus oleh pihak tentara Belanda. Setelah mengetahui pos persembunyian itu, maka para tentara Belanda memutuskan akan mengepung dan menyerang pos persembunyian pasukan Pangeran Diponegoro itu. Tetapi, salah satu dari pasukan Pangeran Diponegoro ada yang mengetahui rencana licik tentara Belanda yang akan menyerang pos persembunyian mereka. Maka pasukan Pangeran Diponegoro segera bergegas pergi meninggalkan pos persembunyian itu sebelum diserang oleh tentara Belanda. Tentara Belanda benar-benar mendatangi pos persembunyian tersebut. Ternyata pos itu telah kosong, tidak ada lagi pasukan Pangeran Diponegoro yang bersembunyi disana karena mereka sudah meninggalkan pos.

Bermula dari cerita sejarah tersebut, maka pengelola wisata tersebut menamai Wisata Alam itu dengan sebutan “POSONG” (Pos yang Kosong).


WISATA ALAM POSONG TEMANGGUNG

Posong Temanggung merupakan termasuk tempat wisata baru yang ada di Kabupaten Temanggung. Wisata alam yang terdapat di Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung ini menawarkan sebuah pemandangan alam yang eksotis dan sangat menakjubkan. Wisata alam yang tidak jauh dari Dataran Tinggi Dieng ini memiliki pemandangan khas pegunungan yang tenang dan nyaman dan tak kalah indah dengan Dieng. Wisata alam Posong menawarkan pemandangan sunrise yang luar biasa menakjubkan karena selain dapat melihat matahari terbit, Posong juga menyuguhkan pemandangan 6 puncak gunung yang ada di Jawa Tengah. Keelokan Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, dan Ungaran terlihat dari kejauhan dengan selimut awan putih yang sangat lembut.

Gunung Sumbing


Pemandangan Di Posong

Dengan latar belakang adalah Gunung Sindoro yang nampak gagah dengan warna hijau kebiruan yang sangat mempesona, Posong terletak pada lereng gunung yang gagah ini.



Dibelakang kami itulah Gunung Sindoro yang sedang memperlihatkan kemegahannya.

Wisata Alam Posong terletak pada ketinggian 2000 mdpl. Dalam bayangan saya ketika pertama kali akan kesana, kita harus berjalan kaki yang cukup jauh untuk mencapai tempat dimana kita dapat melihat pemandangan yang indah disana. Namun ternyata dugaan saya salah. Kita dapat menikmati pemandangan yang indah itu tanpa harus berjalan kaki. Karena jenis kendaraan seperti mobil dan motor dapat menjangkau tempat wisata ini. Jadi begitu kita memarkirkan kendaran, kita dapat langsung menikmati panorama yang disuguhkan Tuhan kepada kita melalui keindahan Panorama di Posong.

Sepanjang perjalanan menuju Wisata Alam Posong disuguhkan hamparan perkebunan tembakau milik warga yang tumbuh subur dan sangat hijau. Saya begitu takjub melihat pemandangan yang seperti itu. Belum selesai dengan pemandangan kebun tembakau, mata saya kembali dimanjakan oleh kemegahan Gunung Sumbing yang masih berselimut awan putih yang terlihat begitu dekat dengan kita. Rasanya ingin sekali menjangkau tumpukan awan-awan cantik itu dan berbaring untuk menghangatkan tubuh yang dingin ini. Indah sekali. Lukisan alam yang sempurna.

Gunung Sumbing

Jalan Menuju Posong

Gunung Sumbing


BEAUTIFUL SUNRISE IN POSONG

Siapa yang akan menolak ketika diajak untuk menyaksikan keindahan matahari terbit. Matahari terbit merupakan sebuah moment yang dinantikan banyak orang. Di Wisata Alam Posong, kita dapat menyaksikan “BEAUTIFUL SUNRISE”. Menyaksikan matahari terbit yang benar-benar sangat mengagumkan. Keindahan sunrise atau matahari terbit tersebut dapat dinikmati pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Matahari terbit dan pemandangan jajaran gunung-gunung yang nampak dari kejauhan hanya dapat dinikmati ketika pagi hari di saat cuaca sedang cerah.



Bahkan bukan hanya sunrise yang dapat kita lihat disana. Menurut beberapa orang yang memang pernah berkemah dimalam hari disana dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota dan ada sumber lain pula yang mengatakan disana juga dijadikan tempat untuk memotret Milky Way ketika malam hari. Saya dapat membayangkan bagaimana indahnya Posong ketika malam hari.


FASILITAS YANG TERSEDIA

Pada saat ini, Pengelola telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memudahkan pengunjung ketika berwisata ke Posong. Menurut sumber yaitu http://posongtemanggung.blogspot.co.id/ dan beberapa cerita dari beberapa orang, fasilitas yang disediakan oleh Pengelola Posong Temanggung adalah Trekker, Parkir, Mushola, Sarana Outbond, MCK, atau Paket One Day Tour termasuk Persewaan Tenda dan lain-lain.

Selain itu, jika kita lelah berdiri menyaksikan keindahan pemandangan disana juga telah disediakan beberapa gazebo untuk yang bisa digunakan untuk sekedar tempat duduk, berteduh, atau untuk kumpul-kumpul bersama kerabat. Ada pula warung yang menyediakan makanan serta minuman hangat untuk mengurangi rasa dingin.



INFORMASI WISATA

Untuk tiket masuk dan biaya parkir disana sebenarnya saya lupa berapa. Namun menurut sumber http://posongtemanggung.blogspot.co.id/, Tiket masuk Rp 2.000,-. Sedangkan untuk Parkir motor Rp 1.000,- dan Parkir mobil Rp 5.000,- (kalau belum ada perubahan). Menurut saya itu sangat murah karena kita dapat melihat pemandangan alam yang menakjubkan.


LOKASI

Untuk menuju lokasi Wisata Alam Posong Temanggung dapat ditempuh dari Parakan Temanggung sekitar 6 KM menuju kearah Wonosobo sampai di Desa Tlahab, Kledung, Temanggung. Dari pinggir jalan Parakan – Wonosobo, nanti ada sebuah gapura sebagai jalan masuk Wisata Alam Posong. Kemudian mengikuti jalan yang sejauh 3,5 KM. Jalan tersebut hanya cukup untuk 1 buah mobil.
Alamat Wisata Alam Posong : Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah

Jika ingin lebih jelas mengetahui tentang informasi terkait Wisata Alam Posong Temanggung dapat dilihat di Akun Facebook Posong Temanggung atau Like Fanspage Wisata Alam Posong, Tlahab, Kledung, Temanggung

Terbang Tinggi Menggapai Matahari :)


Selasa, 08 Desember 2015

LEZATNYA NASI PENGGEL KHAS KEBUMEN

Alun-alun Kebumen

Indonesia merupakan sebuah Negara yang sangat unik. Keunikan tersebut didapat dari adanya makanan-makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Disetiap kota atau kabupaten di Indonesia memeiliki makanan khasnya sendiri-sendiri. Bahkan dalam kota atau kabupaten tersebut memiliki makanan khas yang berbeda antara kecamatan yang satu dengan yang lain misalnya. Sebagai contoh makanan khas Indonesia ada masakan bernama Soto. Beberapa daerah memang menjadikan soto sebagai makanan khasnya. Namun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Soto Semarang tentu akan berbeda dengan Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Banjar, maupun Soto Makassar yang biasa disebut Coto Makassar. Hal yang membeedakannya adalah bahan yang digunakan untuk membuat masakan tersebut. Ada pula makanan khas dari kota kelahiran saya yaitu Jepara. Jepara memiliki beberapa makanan khas salah duanya yaitu pindang srani (masakan ini berbahan dasar ikan) dan horog-horog (tunggu ulasan tentang makanan ini dipostingan saya lain). Selain beberapa makanan tersebut masih banyak makanan lain yang khas dari Indonesia. Salah satunya adalah makanan khas dari Kebumen yaitu Nasi Penggel.

Kali ini saya akan mengulas tentang kenikmatan Nasi Pengggel khas Kebumen yang saya rasa saya ketagihan untuk kembali menikmati kelezatannya.

Ketika berkunjung ke Kebumen beberapa waktu yang lalu untuk mengunjungi rumah nenek saya. Waktu masih sangat pagi ketika saya sampai di Alun-alun Kebumen. Saya kemudian sholat subuh di Masjid Agung Kebumen. Karena rumah nenek saya berada cukup jauh dari Alun-alun Kebumen, saya menyempatkan diri untuk mengelilingi Alun-alun. Namun begitu keluar dari halaman masjid saya melihat beberapa gerobak pedagang kaki lima yang sudah berbaris rapi mengelilingi Alun-alun. Kemudian saya menyebrang menuju Alun-alun. Persis disebrang depan masjid ada seorang bapak-bapak yang menurut saya sudah cukup tua sedang mempersiapkan barang dagangannya tanpa ada seorang pun yang membantunya. Bapak tersebut sedang membuat adonan tempe mendoan (mendoan adalah tempe yang digoreng dengan adonan tepung basah dengan irisan daun bawang dan terasa gurih). Sebenarnya saya tertarik untuk membeli tempe membeli tempe mendoannya karena terasa sangat menggoda dengan tempe yang agak tipis namun lebar dan tentunya masih hangat karena baru digoreng. Saya dan bapak saya pun memutuskan untuk menunggu tempe mendoan hingga matang. Setelah matang saya pun menikmatinya dengan lahap sambil duduk lesehan. Makan satu tempe saja rasanya sudah kenyang.

Bapak penjual tersebut kemudian menawarkan kami sarapan. “itu namanya nasi apa pak ?” tanya Bapakku. “Nasi Penggel pak”, jawab Bapak penjualnya. Lantas kami memesan dua porsi nasi. Ketika Bapak penjual nasi penggel itu menyerahkan piring berisi nasi saya agak terkejut. Saya melihat nasi yang sudah dikepal-kepal berbentuk bulatan diatas piring yang beralaskan daun pisang itu. “sayur dan lauknya ambil sendiri mbak”, katanya kemudian.

Aku masih bingung dengan bentuk nasinya. Kenapa nasinya bentuknya seperti itu. Sebenarnya itu nasi biasa, namun dalam penyajiannya nasi itu dikepal-kepal menjadi bulatan yang tidak begitu besar mungkin seukuran bola pingpong. Jadi seperti makan Onigiri kalau di Jepang karena nasinya yang sama-sama dikepal-kepal. Mungkin seperti makna dari Nasi Penggel itu Nasi yang dikepal-kepal.

Dalam piring tersebut, kemudian diberi alas daun pisang terlebih dahulu baru kemudian diisi sekitar 10 kepal nasi (ini bisa nambah bisa dikurangi sesuai dengan yang diinginkan pembeli). Namun meskipun sebelumnya berbentuk kepalan bulat, nasi tersebut jika akan dimakan dan dicampur kuah dari sayurnya akan kembali seperti nasi biasa bukan berbentuk kepalan lagi. Untuk sayur dan lauknya bebas bisa memilih sendiri. Sayur yang menemani kenikmatan nasi ini adalah seperti sayur lodeh nangka muda atau kadang disebut gori dengan bumbu yang gurih dan campuran daun singkong. Sedangkan untuk lauknya, ada kikil, jeroan sapi seperti limpa, paru, dan semacamnya serta tahu atau tempe yang dimasak seperti opor. Ada pula telur balado yang menjadi favorit saya karena pedasnya. Jadi semuanya masih hangat. Nasi ini sangat cocok dijadikan menu untuk sarapan pagi. Sambil duduk lesehan menikmati Nasi Penggel beserta ubo rampenya dan melihat anak-anak berangkat sekolah dengan menggunakan  sepeda, ahh nikmatnya.

Makanan ini memang sangat sederhana sekali. Seperti menggambarkan kesederhanaan masyarakat Kebumen. Harganya juga menurut saya cukup murah. 3 porsi nasi + sayur + lauk 2 opor jeroan sapi + 1 balado telur + 3 tempe mendoan + 2 teh manis hanya ditebus dengan uang 38 ribu rupiah. Beberapa kali pula saya melihat ada beberapa ibu-ibu yang memebeli hanya sayur dan lauknya saja yang kemudian dibawa pulang untuk menu sarapan keluarganya. Memang cukup terkenal dan lumayan ramai pembeli yang membeli nasi diwarung lesehan ini. Tapi katanya ada pula yang lebih ramai dari tempat ini.

Ahh Nasi Penggel ... aku sangat merindukan kenikmatanmu ...




LOKASI

Alun-alun Kebumen. Persis diseberang mini market sebelah Masjid Agung Kebumen.

Senin, 07 Desember 2015

UNTUK ANNISA .....

Wanita itu bernama Annisa Awalinna. Seperti arti yang terkandung dalam namanya, dia adalah anak perempuan pertama dalam keluarganya. Wanita yang memiliki motto hidup “Man jadda wa jadda : barangsiapa yang bersungguh-sungguh, dia (akan) mendapatkan” itu lahir di Kota Lumpia pada 15 April, 22 tahun yang lalu. Aku memanggilnya Nisa. Nisa merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Saat ini, keluarganya telah pindah ke Semarang. Mengapa saat ini ? karena sebelumnya keluarganya berada di Tangerang. Sedangkan Nisa merantau ke Semarang untuk menuntut ilmu.

Entah tepatnya tanggal berapa aku mengenalnya pertama kali aku pun sudah lupa. Seingatku, kami saling mengenal ketika kami sama-sama bergabung dalam sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan. UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro lah yang telah mempartemukan kami pada tahun 2013 lalu. Pada tahun itu pula merupakan awal berdirinya UKM Peduli Sosial Universitas Diponegoro. Kami berada dalam satu divisi yang sama yaitu Divisi Komunikasi. Mungkin karena seringnya ketemu karena rapat, atau hanya sekedar kumpul-kumpul, mungkin itu yang mendekatkan kami.

Sebenarnya dulu kami tidak terlalu dekat. Kami hanya pergi bersama atau ketemu kalau kebetulan sedang ada acara UKM atau ada tugas dari UKM yang mempertemukan kita. Karena kami memang bukan satu jurusan. Dia memilih jurusan Hukum sedangkan saya jurusan Administrasi Publik. Padahal fakultas kami sebenarnya sebelahan. Tapi kami jarang ketemu. Mungkin karena kesibukan masing-masing.

Sekarang pun sebenarnya kami jarang ketemu. Karena memang Nisa sudah tidak tinggal di Tembalang. Bersama orang tuanya yang baru pindah ke Semarang yang sebelumnya memang tinggal di Tangerang, mereka menempati rumah di daerah Pedurungan Semarang. Karena jarak yang mungkin cukup jauh yaitu antara Tembalang yang berada di Semarang bagian atas dan Pedurungan yang berada di Semarang bagian bawah kami jadi jarang bisa ketemu. Selain itu juga mungkin karena kesibukan masing-masing dari kami.

Namun sesekali kami menyempatkan untuk ketemuan jika ada waktu luang. Meskipun hanya jalan-jalan, mengunjungi tempat yang bagus kemudian kami foto-foto, makan, atau bahkan Nisa yang datang ke Tembalang. Kalau udah ketemu, mungkin waktu 24 jam sehari terasa sangat kurang. Kami bercerita dan curhat kesana kemari mulai dari cowok, temen, kadang-kadang juga gosip, bahkan sampai ngobrol tentang masa depan. Terkadang kami memang ngobrol tentang masa depan. Sampai ngobrol tentang konsep pernikahan kami masing-masing. Mulai dari dekorasi yang seperti apa, baju yang seperti apa, nanti siapa yang nikah duluan, bahkan sampai bicarain tentang jodoh. Pokoknya pesanku ya Nis, nanti kalau kamu nikah duluan harus aku yang jadi bridesmaidnya. Terkadang Nisa juga mengirimkan gambar-gambar tentang jodoh tentang apapun ke aku melalui WhatsApp karena kadang aku suka mengeluh sedang galau.

Dengan tulisan ini aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untukmu, Nis. Terima kasih buat waktu dan perhatianmu. Meskipun kita belum lama kenal aku merasa nyaman bila cerita apapun sama kamu. Kamu pun selalu sabar untuk mendengarkan semua ceritaku dan semua keluh kesahku. Terima kasih untuk bahumu, terima kasih untuk waktumu, terima kasih untuk nasehat-nasehatmu.

Maaf aku nggak bisa ngasih apapun selain ucapan terima kasih. Maaf kalau aku sering merepotkan. Aku berharap persahabatan kita bisa selamanya. Tetap jadi Nisa yang aku kenal. Nisa yang santun, Nisa yang baik, Nisa si pendengar yang hebat, Nisa yang peduli sama temen, Nisa yang segalanya. Makasih Nis buat perhatianmu selama ini. Maaf aku nggak bisa balas semuanya. Tapi aku akan selalu berusaha untuk menjadi teman yang baik sepertimu.

Mungkin 5 atau 10 tahun lagi ketika kita kembali baca tulisan ini atau mengingat kenangan-kenangan yang mengisis hari-hari kita, kita akan tertawa-tawa sendiri ya Nis hahaha

Semoga apa yang kita cita-citakan semuanya tercapai ya nis .... Amin



Nis ... Aku ada sesuatu buat kamu ... hanya sebuah coretan sih sebenarnya :) Lihat foto dibawah yaaaa :D
Sajak Untuk Nisa

Rabu, 25 November 2015

Mungkin ... KAMI MEMANG (BELUM) BERJODOH


Program Menyapa Negeriku adalah sebuah Program dari Ditjen DIKTI yang memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia khususnya di daerah pedalaman.

Saya sangat tertarik dengan program ini. Kapan lagi bisa menjelajah Indonesia dengan membawa misi yang sangat mulia menurut saya dan tentunya gratis. Kemarin waktu mendaftar pun saya memilih daerah Sumba Timur karena saya sangat tertarik dengan keeksotisan yang dimiliki daerah itu. Saya pun meminta beberapa pendapat tentang program ini kepada orang tua serta teman-teman. Lalu saya pun akhirnya mendaftarkan diri. Saya mulai mengisi formulir. Setelah selesai, formulir yang tadinta hanya 1 lembar itu jadi 5 lembar. Karena didalamnya disuruh menuliskan pengalaman, pandangan kita tentang pendidikan di Inonesia, dan lain-lain. Sebenarnya 5 lembar itu masih sangat singkat menurutku.

Ahh ... Saya sangat berharap untuk bisa lolos program ini. Namun Allah berkehendak lain.Kemarin, pada tanggal 21 November 2015 saya membaca pengumuman itu. Seketika itu runtuhlah harapan saya .... rencana-rencana yang sudah saya persiapkan apabila saya bisa lolos seakan akan mulai berpamitan dari pikiran saya. Yaahhh ... sepertinya KAMI MEMANG (BELUM) BERJODOH ...

Kecewa ? Itu sudah pasti. Sedih ? Sangat sedih ... Tapi mau bagaimana lagi ... mungkin Allah punya rencana lebih indah untuk saya dibalik semua ini. Mencoba untuk mengikhlaskan meskipun sedikit berat. Beberapa kawan juga menyarankan untuk mengikhlaskannya saja .... makasih yaa Mas Iki Mazadi, Bu Umi Bu'Dhe Nya Pa'DheAnnisa AwalinnaKhoiriyah Sari buat nasehat-nasehat kalian yang sangat menentramkan hati *eaaa

Yaah mungkin memang bukan hanya saya saja yang kecewa ... dari 47.523 pendaftar hanya 44 orang yang berhasil lolos. Buat kalian yang lolos, selamat yaa ... kalian hebat ! Semoga kalian semua dapat pula mewakili dan mewujudkan harapan-harapan kami semua Bangsa Indonesia .... Selamat bertugas ... Salam hangat untuk saudara-saudara kami disana ....

Mungkin saya memang belum berjodoh dengan program ini. Mungkin saya harus lebih memperbaiki diri. Dan mungkin memang benar kata seorang kawan. saya mending menyelesaikan prioritas utama saya disini terlebih dahulu. Dan tentunya memperbaiki niat. Karena sebenarnya juga masih terlintas niat yang jelek dibenak saya yaitu INGIN SEKALIAN JALAN-JALAN -____-

Semoga di lain waktu ada program serupa. Agar saya memiliki kesempatan untuk menjamah Indonesia 

Selamat berjuang teman-teman .....




PENJUAL KEINDAHAN DIJALAN

Kepada Bapak-Bapak Penjual Bunga Keliling ....

Kemarin, sewaktu dijalan akan menjemput seorang kawan ... aku kembali menjumpai si penjual itu .... ahh lumayaan ... segar sekali melihat dagangan yang dibawanya ... sengaja aku pelankan laju motorku agar tetap bisa berada dibelakangnya ... Karena saya memang sangat menyukai keindahan bunga *inibukankodebiardikasihbunga

Aku menyebutnya sebagai TAMAN BUNGA BERJALAN

Dengan wajah yang letih, beliau terus menarik gerobak bunganya yang kurasa cukup berat itu sambil berharap ada yang membeli dagangannya. Dalam sehari belum tentu ada orang yang mau membeli. Jangankan sehari, satu minggu pun entah ada 5 orang yang membeli atau bahkan tidak ada satu pun ..... Kasihan juga melihatnya. Jika tidak dapat uang hari itu, anak istrinya dirumah makan apa ?
Mungkin harapannya setiap hari hanya ... Semoga ada pembeli ...
Namun begitu, menurut saya bapak-bapak itu sudah bersedekah setiap hari .... Yaah melalui dagangan yang dibawanya, membuat orang lain menjadi senang karena bisa melihat keindahan bunga-bunganya.


Dalam hati, sebenarnya saya ingin membeli. Tapi takut bunganya layu kemudian mati. Mengingat disini saya tidak tinggal dirumah sendiri dan kadang suka pulang kampung sedikit lama jadi takutnya nggak ada yang merawat bunga itu. Daripada saya beli tapi malah nggak bisa merawat lebih baik bunga itu ada pada penjualnya seenggaknya ada yang masih merawatnya biar subur. Selain menjual bunga, beliau juga menjual pupuk.


Tetap sehat ya Pak Bunga .... biar bisa tetap mencari nafkah untuk keluarga dirumah, tetap memberikan keindahan kepada semua orang dan bisa merawat dagangan agar tumbuh subur sehingga banyak orang yang tambah tertarik. Semoga dagangannya laris ... Amin
Terima Kasih sudah memanjakan mata saya dengan keindahan bunga-bungamu Pak Bunga ...


Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi


Dokumen Pribadi

Kamis, 12 November 2015

(BUKAN) MAHASISWA KADALUARSA


Entah apa yang ada dipikiranku hingga menulis ini ...

Entah apa pula perasaan yang aku rasakan ketika menulis ini ...

Untuk sebagian mahasiswa yang memang “belum” lulus namun sudah banyak teman seangkatannya yang udah pada lulus tentu sering sekali mendengar pertanyaan dari entah teman, saudara, adik kelas mungkin, orang tua bahkan atau yang lainnya seperti ini :

“kapan lulus?”

“skripsi udah selesai?”

“kapan wisuda?”

Atau mungkin yang paling menyakitkan adalah seperti ini “

“cieee .... mahasiswa kadaluarsa nih”

“kamu mau jadi mahasiswa bangkotan disini ?”

Mungkin pernyataan dan pertanyaan tadi memang sangat bikin sakit hati. Bayangkan saja, kita sudah pusing mengerjakan skripsi tapi masih ada saja orang yang berkata seperti itu kepada kita.

Bagi sebagian orang sebenarnya menganggap pertanyaan itu adalah hal yang sepele. Tapi, kan tidak semua orang bisa menyepelekan pertanyaan dan pernyataan itu. Bahkan ada orang yang dalam hal ini adalah mahasiswa agak takut jika ada kenalannya yang kebetulan ketemu dijalan atau dikampus menanyakan hal tersebut sehingga mermbuatnya takut bahkan malas untuk pergi kemana-mana.

Saya pribadi juga sebenarnya kurang terlalau nyaman dengan pernyataan ataupun pertanyaan yang seperti itu. Namun saya menganggapnya biasa saja. Karena itulah salah satu sifat manusia. Ketika masih jadi mahasiswa pasti ditanyain, “pacar mana ?” atau “kapan lulus?” Nanti ketika udah lulus ditanyain “kapan kerja?”. Kalau udah kerja pasti ditanyain, “kapan nikah?”. Dan ketika udah nikah pun kembali ada pertanyaan, “kapan nyusul punya momongan?”. Setelah punya anak pun belum berhenti mendapatkan pertanyaan yaitu, “kapan punya cucu ?” hehehe dan yang sebenarnya masih ada pertanyaaan terakhir namun tidak pernah ditanyakan atau lebih tepatnya orang lain tidak berani menanyakan kepada kita yaitu “kapan mati ?” hehe

Saya bukannya menunda kelulusan atau apa. Saya pengen cepet lulus. Saya iri melihat teman-teman yang seangkatan sama saya yang sudah lulus duluan. Lagipula, tuntutan dari orang tua untuk segera lulus juga sering sekali saya dengar ketika saya pulang ke kampung halaman. Saya juga merasa kesihan dan tidak enak hati kepada mereka karena setiap bulan masih saja meminta uang bulanan karena saya yang masih belum lulus ini. Namun apa daya. Tuhan berkehendak lain. Mungkin saya yang terkadang masih malas untuk mengerjakan skripsi atau entah ada alasan yang lain sehingga kelulusan saya sedikit tertunda. Bukan tertunda sih sebenarnya. Toh saya juga angkatan 2011 jadi sebenarnya memang tahun ini jatah saya lulus jika saya menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun di universitas. Saya pun berjanji terutama kepada kedua orang tua saya bahwa SAYA AKAN LULUS SECEPATNYA BIAR SEGERA BISA MEMBAHAGIAKAN MEREKA.

Jadi ..... Kembali saya tegaskan .... tidak ada yang namanya MAHASISWA KADALUARSA

Kami mahasiswa yang seharusnya sudah lulus namun belum juga lulus pasti memiliki alasan yang menyebabkan kami belum lulus.