Powered By Blogger

Kamis, 17 Desember 2015

ANGKLUNG : Alat Musik Indonesia yang mendunia


Untuk sebagian Rakyat Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan alat musik yang satu ini. Alat musik yang sering kita kenal merupakan alat musik khas Jawa Barat. Kita mengenalnya dengan nama ANGKLUNG. Alat musik yang terbuat dari bambu ini berkembang dalam masyarakat Sunda. Angklung dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi tersebut disebabkan karena benturan yang terjadi pada badan pipa bambu). Menurut sumber yang saya baca yaitu https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung, memaparkan bahwa Dictionary of The Sunda Language karya Jonathan Rigg yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia menuliskan bahwa angklung merupakan alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi.

Menurut sumber yang sama pula, Angklung telah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Mengapa saya mengulas tentang Alat Musik Angklung ?

Entah kenapa saya memang sangat menyukai alat musik dari bambu yang satu ini. Saya pertama kali mengenal angklung yaitu ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Namun pertama kali memainkannya yaitu ketika kelas 6 SD. Kebetulan pada waktu itu saya terpilih menjadi salah satu pemain angklung untuk acara perpisahan kami. So excited ! saya lupa waktu itu angklung dengan nada apa yang saya pegang. Menjelang acara, kami selalu berlatih setiap hari. Ketika itu lagu yang dimainkan juga masih dalam kategori lagu yang sederhana. Ada tiga buah lagu yang kami mainkan pada waktu itu. Lagu gundul-gundul pacul, ambilkan bulan dan satu lagi saya lupa lagu apa.

Untuk pertama kali memainkannya, saya rasa memainkan angklung cukup mudah. Saya dan teman-teman yang pada waktu itu masih kelas 6 SD pun dapat memainkannya dengan lancar dan sangat indah. Kami pun mendapatkan applause dari semua tamu yang hadir pada acara perpisahan kami.

Dari situlah saya mulai tertarik dan menyukai alat musik ini. Mungkin karena suara yang ditimbulkan sangatlah menyejukkan. Ketika mendengarkannya serasa sedang berada di sebuah pedesaan yang sangat tentram tanpa kebisingan, yang ada hanyalah suara musik bambu yang mengalun lembut ditelinga. Pengalaman yang tidak pernah saya lupakan seumur hidup saya yaitu ketika pertama kali dapat memainkan angklung. Namun sayangnya saya tidak punya dokumentasi ketika pertama kali saya dan teman-teman memainkan alat musik yang indah itu.

Sekarang, kita belajar tentang sejarah dan macam-macam jenis angklung ya ....


ASAL USUL ANGKLUNG

Saat ini, mungkin orang-orang hanya mengetahui tentang Angklung dan mengetahui cara memainkannya tanpa mengetahui asal usul dari alat musik angklung tersebut. Kali ini saya akan memaparkan sejarah singkat dari alat musik khas Jawa Barat tersebut. Bersumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung.

Menurut sumber, tidak ditemukan petunjuk kapan alat musik angklung digunakan. Tetapi ada dugaan bahwa bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern. Hal tersebutlah yang membuat angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.

Pada masa Kerajaan Sunda (abad ke 12 sampai abad ke 16) catatan mengenai angklung baru muncul. Asal usul terciptanya musik bamabu seperti angklung, ini berdasarkan dari pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupannya adalah padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal inilah yang melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci yang dikenal sebagai Dewi Padi yang pemberi kehidupan. Masyarakat Baduy, yang dalam hal ini sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda Asli, menerapkan angklung sebagai salah satu bagian dari ritual untuk mengawali menanam padi. Di Jasinga, Bogor, permainan angklung gubrag merupakan salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun yang lalu. Kemunculannya berasal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan kemudian dimainkan untuk memikat Dewi Sri sebagai Dewi Padi untuk turun ke bumi agar tanaman padi rakyat dapat tumbuh subur.

Lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas dengan sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Sejak zaman itu pula, jenis bambu yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Fungsi angklung sebagai penggugah semangat dalam pertempuran telah dikenal oleh masyarakat sejak masa Kerajaan Sunda. Bahkan karena fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat tersebut masih sangat terasa sampai pada masa penjajahan, membuat pemerintah Hindia Belanda semapt melarang masyarakat untuk menggunakan angklung. Akibat dari pelarangan tersebut, popularitas angklung sempat menurun dan hanya dimainkan oleh anak-anak pada masa itu.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seluruh Pulau Jawa, lalu Kalimantan dan Sumatra. Pada tahun 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai dengan penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat meyebar disana.
Sejak tahun 1966, seorang tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda yang kita kenal yaitu Udjo Ngalagena mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas (untuk cerita tentang Udjo Ngalagena akan saya ulas dibawah dengan sub judul “Saung Angklung Udjo”).


JENIS-JENIS ANGKLUNG DI INDONESIA

Di Indonesia, ternyata angklung tidak hanya ada di Jawa Barat seperti yang kita ketahui selama ini. Meskipun angklung merupakan musik tradisional dari Jawa Barat, banyak daerah yang memiliki angklung yang berasal dari daerahnya masing-masing. Tentu alat musik tersebut juga memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan daerahnya. Berdasarkan sumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung, ada beberapa jenis angklung yang dapat kita ketahui di Indonesia. Berikut jenis-jenis angklung tersebut :

-        Angklung Kanekes
Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebutnya Orang Baduy) digunakan  karena berhubungan dengan ritus padi. Bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika menanam padi di huma (ladang).
Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Yandu Sala, Ceuk Arileu, Oray-orayan, Dengdang, Yari Gandang, dan lain-lain
Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari 2 buah angklung dipegang oleh seorang.
Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero). Kajeroan terdiri dari 3 kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual. Pembuat angklung di Cikeusik yang terkenal adalah Ayah Amir (59), dan di Cikartawana Ayah Tarnah. Orang Kaluaran membeli dari orang Kajeroan di tiga kampung tersebut.

-        Angklung Reyog
Angklung Reyog merupakan alat musik untuk mengiringi tarian reyog ponorogo di jawa timur. angklung Reyog memiliki khas dari segi suara yang sangat keras, memiliki dua nada serta bentuk yang lengkungan rotan yang menarik (tidak seperti angklung umumnya ang berbentuk kubus) dengan hiasan benang berumbai-rumbai warna yang indah. di kisahkan angklung merupakan sebuah senjata dari kerajaan bantarangin ketika melawan kerajaan lodaya pada abad ke 9, ketika kemenangan oleh kerajaan bantarangin para prajurit gembira tak terkecuali pemegang angklung, karena kekuatan yang luar biasa penguat dari tali tersebut lenggang hingga menghasilkan suara yang khas yaitu klong- klok dan klung-kluk bila didengar akan merasakan getaran spiritual.
Dan penggunaan angklung Reyog pada musik seperti: tahu opo tempe, sumpah palapa, kuto reog, Resik Endah Omber Girang, dan campursari berbau ponorogoan.

-        Angklung Banyuwangi
Angklung banyuwangi ini memiliki bentuk seperi calung dengan nada budaya banyuwangi.

-        Angklung Bali
Angklung bali memiliki bentuk dan nada yang khas bali.

-        Angklung Gubrag
Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung)
Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.

Itu merupakan beberapa jenis angklung yang ada di Indonesia. Untuk belajar lebih lengkapnya dapat dilihat dari sumbernya yaitu https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung.


TEKNIK PERMAINAN ANGKLUNG

Untuk memainkan alat musik angklung ini sebenarnya sangatlah mudah. Tidak memerlukan ketrampilan khusus atau tidak harus menjadi profesional terlebih dahulu. Tua maupun muda dapat memainkan alat musik ini. Ketika akan memainkannya, kita tinggal memegang rangka angklung pada salah satu tangan (biasanya tangan kiri) sehingga angklung dapat tergantung bebas. Sementara tangan kanan menggoyangkan angklung hingga berbunyi. Sebenarnya, dalam hal ini ada tiga teknik dasar dalam meainkan atau menggoyangkan angklung yaitu :

-    Kurulung (getar), merupakan teknik paling umum dipakai, dimana tangan kanan memegang tabung dasar dan menggetarkan ke kiri-kanan berkali-kali selama nada ingin dimainkan.

-          Centok (sentak), adalah teknik dimana tabung dasar ditarik dengan cepat oleh jari ke telapak tangan kanan, sehingga angklung akan berbunyi sekali saja (stacato).

-        Tengkep, mirip seperti kurulung namun salah satu tabung ditahan tidak ikut bergetar. Pada angklung melodi, teknik ini menyebabkan angklung mengeluarka nada murni (satu nada melodi saja, tidak dua seperti biasanya). Sementara itu pada angklung akompanimen mayor, teknik ini digunakan untuk memainkan akord mayor (3 nada), sebab bila tidak ditengkep yang termainkan adalah akord dominan septim (4 nada).

Untuk memainkan satu unit angklung guna membawakan satu buah lagu, membutuhkan banyak pemusik yang kemudian akan dipimpin oleh seorang konduktor. Setiap pemusik akan dibagikan satu hingga empat buah angklung dengan nada yang berbeda-beda. Konduktor kemudian akan menyiapkan partitur lagu dengan untaian nada-nada yang akan dimainkan. Kemudian konduktor akan memberi aba-aba. Disini pemusik harus dapat memahami aba-aba dari konduktor. Selain itu, harus memahami nada serta ketukan. Dalam memainkan lagu, para pemusik harus memperhatikan teknik sinambung, yaitu nada yang sedang berbunyi hanya boleh dihentikan dengan segera setelah nada berikutnya mulai berbunyi.

Itulah sedikit teori mengenai Alat Musik Angklung yang sebaiknya memang harus kita ketahui. Tapi menurut saya, belajar untuk memainkan angklung cukup mudah. Namun begitu, meskipun cukup mudah kita juga perlu mengetahui teknik-teknik memainkan angklung serta semua teori mengenai angklung.

Pada saat ini banyak sekali komunitas-komunitas angklung atau sanggar-sanggar yang memang khusus untuk belajar angklung di Indonesia terutama di daerah Jawa Barat yang memang daerah dimana angklung tersebut berasal. Salah satu tempat yang dapat kita kunjungi untuk belajar memainkan angklung adalah Saung Angklung Udjo. Ini sedikit penjelasan tentang Saung Angklung Udjo tersebut.


SAUNG ANGKLUNG UDJO


Saung Angklung Udjo termasuk salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk belajar angklung yang terkenal di Indonesia. Berdasarkan sumber dari https://id.wikipedia.org/wiki/Saung_Angklung_Udjo, Saung Angklung Udjo merupakan suatu tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Tujuan Saung Angklung Udjo yang lain yaitu sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara dan melestarikan budaya Sunda khususnya Angklung.

Saung Angklung Udjo sendiri didirikan oleh pemiliknya yang bernama Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati pada tahun 1966. Saung ini berlokasi di Jalan Padasuka No. 118 Bandung Timur, Jawa Barat, Indonesia.

Saung ini memiliki tempat yang unik dan tentunya nyaman. Dengan suasana yang nyaman, berudara segar, serta dikelilingi oleh pohon-pohon bambu. Interiornya pun menggunakan bambu. Didalamnya terdapat banyak sekali kerajinan dari bambu serta alat musik dari bambu.

Menurut sumber, di Saung Angklung Udjo ini sering diadakan pertunjukan rutin setiap sore. Saung Angklung Udjo ini pun telah berkali-kali mengadakan pertunjukan khusus yang dilakukan pada pagi aatu siang hari. Pertunjukan-pertunjukan tersebut tidak hanya dilakukan di saung tetapi diberbagai tempat baik didalam maupun diluar negeri.

Di Saung Angklung Udjo ini tidak hanya menjual seni pertunjukan saja, namun berbagai produk alat musik bambu tradisional (angklung, arumba, calung, dan lainnya) dibuat dan kemudian dijual kepada pengunjung/pembeli.

Jika ingin mengetahui banyak tentang Saung Angklung Udjo, teman-teman dapat mengunjungi disini http://www.angklung-udjo.co.id/ atau bisa langsung berkunjung ke alamat Saung Angklung Udjo di Jalan Padasuka No. 118 Bandung Timur, Jawa Barat, Indonesia.
Saung Angklung Udjo

Ada seorang teman saya, namanya Bu Indy Mustarja. Ketika saya menceritakan kepada beliau bahwa saya ingin membuat ulasan tentang Angklung, beliau menceritakan pengalamannya setahun yang lalu memainkan angklung rame-rame bersama Saung Angklung Udjo. Waktu itu katanya acara 1000 Angklung bersama Saung Angklung Udjo yang diadakan oleh sebuah Bank Swasta di Indonesia. Pengalaman yang sangat mengagumkan menurut saya. Bayangkan, ramai-ramai memainkan angklung bersama Saung Angklung Udjo tentunya dipimpin langsung oleh seorang Konduktor yang handal. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan Angklung Interaktif (https://id.wikipedia.org/wiki/Angklung). Angklung Interaktif merupakan kegiatan dimana seorang konduktor mengajak banyak orang yang umumnya adalah orang awam, untuk bermain angklung bersama-sama. Kegiatan ini biasa dilakukan ditempat pariwisata atau dalam sebuah acara ramah tamah. Para peserta atau yang akan menjadi pemain angklung ini akan dibagikan angklung-angklung yang sudah diberi nomor sesuai nadanya. Kemudian, Sang Konduktor akan memimpin permainan angklung tersebut. Kata Bu Indy, irama angklung-angklung pada waktu itu sungguh merdu dan menggetarkan jiwa.

Angklung Bu Indy :)

Angklung Bu Indy :)

Saya pun sangat berharap suatu saat nanti dapat bermain angklung yang dipimpin atau dikonduktori langsung oleh Konduktor yang handal dari Saung Angklung Udjo. Saya pun sangat berharap agar suatu saat dapat berkunjung ke Saung Angklung Udjo yang ada di Bandung. Belajar pula dengan ahli-ahli angklung yang lain dan di saung-saung angklung yang lain.

Buat teman-teman yang berniat memberi hadiah angklung kepada saya, akan saya terima dengan senang hati loh hehehe ....

Tetap Lestarikan Kebudayaan Indonesia

-Shila Asilya-

Jumat, 11 Desember 2015

HARI GUNUNG SEDUNIA (11 DESEMBER)

11 Desember adalah Hari Gunung Sedunia dan alam berkembang kian buruk. Jika ingin tahu lebih jelas sifat asli orang-orang, ajaklah ia mendaki gunung. Diatas sana tak ada yang bisa sembunyikan karakter aslinya. Jika egois akan egois, penakut akan banyak diam, pengeluh akan tak berhenti berkeluh kesah sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing dan kemudian bisa saling INTROSPEKSI DIRI. Mendaki tak jauh beda dengan kehidupan. Lewati tanjakan terjal yang bisa bikin menyerah, berhati-hati susuri tepi jurang, jika tak hendak terpeleset. Dan jika terpeleset, mampukah melanjutkan perjalanan atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang atau berhenti untuk sejenak melepas lelah dari perjalanan panjang. Sesekali kita butuh orang lain untuk berpegangan tangan saat lewat titian, bahkan harus percayakan nyawa kepada teman ketika perlu memanjat bagian tebing curam.

Menapak lautan juga penuh dengan filosofi hidup. Laut dikisahkan pasir yang akan meredam air laut. Apapun kejadian dilaut, laut tak akan menggempur daratan kecuali bencana sebesar tsunami. Yang bermakna sebisa apapun yang terjadi dengan kita, jangan sampai membuat orang lain mengalami dampak negatifnya. Tetap melakukan dan berbuat yang terbaik tanpa harus ada yang tersakiti, terdzalimi, dan teraniaya. Laut juga mampu tanggulangi sampah yang menyesakinya dengan dihempaskan ke pantai atau memendamnya dikedalaman sehingga menjadi sedimen. Begitu juga kehidupan, ada hal yang harus kita lakukan dan ada hal yang harus kita pendam. Supaya tidak keluar kemana-mana. Supaya tidak menjadi fitnah atau sejenisnya. Laut punya lapisan yang berbeda-beda pada kedalaman-kedalamannya. Tetapi dia tetaplah laut. Kita boleh berbeda satu sama lain, tetapi kita harus tetap bersatu padu. Bumi sangat dipengaruhi laut. Tapi laut tidak meempengaruhi dirinya dan makhluk didalamnya juga tetap menjaga dirirnya masing-masing tanpa harus dipengaruhi olah air laut. Lihat ikan laut, meskipun dia tinggal dilaut yang airnya asin tapi rasanya tetap tawar. Artinya, walaupun dibelahan manapun berada,kita harus tetap menjadi diri sendiri yang bijak dan mampu membuat perubahan yang baik untuk sekeliling.

Filosofi tertinggi, sendiri dipuncak bukit atau sendiri ditengah samudra semakin meyakinkan kita bahwa kita sungguh teramat kecil. Bagai sebutir pasir dipegunungan dan sebulir air di samudra, TAK PANTAS UNTUK PONGAH.


Laut atau Gunung ? Asam di Gunung, Garam di Laut, bertemu dalam belanga. Kamu suka gunung, aku suka laut, mari bersatu dalam BEJANA CINTA. Cinta alam, cinta sesama, merupakan wujud mencintai kehidupan

-Kang Maman ILK-

TETAP CINTAI DAN JAGA KEINDAHAN GUNUNG DAN LAUT INDONESIA







SUNRISE GUNUNG PRANJI


MENUJU LOMBOK


GILI TRAWANGAN

KET. FOTO :
"MENUJU LOMBOK"
Diikutkan dalam Lomba Fotografi "ANUGRAH NUSA BAHARI 2015" yang diselenggarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan & Pewarta Foto Indonesia Jogjakarta

Kamis, 10 Desember 2015

POSONG TEMANGGUNG : Sepenggal Cerita tentang Sebuah Negeri Di Atas Awan



Kali ini saya akan mengulas tentang sebuah tempat yang saya sebut sebagai Negeri Di Atas Awan. Tempat tersebut mengingatkan saya pada sebuah lagu dari Katon Bagaskara yang berjudul Negeri Di Awan.



Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang Negeri Di Awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah Kau bawa Aku menuju kesana

Sebuah tempat yang penuh dengan kedamaian, dimana kita dapat menikmati pemandangan yang sungguh eksotis dan sangat menakjubkan. Tempat tersebut dikenal orang sebagai Wisata Alam Posong Temanggung. Namun sebelumnya, saya akan menceritakan Sejarah tempat wisata yang menakjubkan ini.


SEJARAH POSONG

Untuk mengetahui sejarah dari tempat ini, saya telah menemukan beberapa sumber. Salah duanya yang telah saya temukan adalah sebagai berikut :



Dari kedua sumber tersebut dapat disimpulkan bahwa kata “POSONG” tersebut berasal dari kalimat “Pos Sing Kosong” (Pos yang sudah kosong). Kalimat tersebut merupakan sebuah bagian cerita pada zaman Perang Diponegoro dengan Belanda. Waktu itu, ketika pasukan Pangeran Diponegoro sudah terdesak di Magelang dan Temanggung banyak pasukan yang kemudian mendirikan pos sebagai tempat persembunyian di daerah Tlahab bagian atas yaitu di Lereng Gunung Sindoro.

Namun, selang beberapa waktu, persembunyian ini terendus oleh pihak tentara Belanda. Setelah mengetahui pos persembunyian itu, maka para tentara Belanda memutuskan akan mengepung dan menyerang pos persembunyian pasukan Pangeran Diponegoro itu. Tetapi, salah satu dari pasukan Pangeran Diponegoro ada yang mengetahui rencana licik tentara Belanda yang akan menyerang pos persembunyian mereka. Maka pasukan Pangeran Diponegoro segera bergegas pergi meninggalkan pos persembunyian itu sebelum diserang oleh tentara Belanda. Tentara Belanda benar-benar mendatangi pos persembunyian tersebut. Ternyata pos itu telah kosong, tidak ada lagi pasukan Pangeran Diponegoro yang bersembunyi disana karena mereka sudah meninggalkan pos.

Bermula dari cerita sejarah tersebut, maka pengelola wisata tersebut menamai Wisata Alam itu dengan sebutan “POSONG” (Pos yang Kosong).


WISATA ALAM POSONG TEMANGGUNG

Posong Temanggung merupakan termasuk tempat wisata baru yang ada di Kabupaten Temanggung. Wisata alam yang terdapat di Desa Tlahab Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung ini menawarkan sebuah pemandangan alam yang eksotis dan sangat menakjubkan. Wisata alam yang tidak jauh dari Dataran Tinggi Dieng ini memiliki pemandangan khas pegunungan yang tenang dan nyaman dan tak kalah indah dengan Dieng. Wisata alam Posong menawarkan pemandangan sunrise yang luar biasa menakjubkan karena selain dapat melihat matahari terbit, Posong juga menyuguhkan pemandangan 6 puncak gunung yang ada di Jawa Tengah. Keelokan Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, dan Ungaran terlihat dari kejauhan dengan selimut awan putih yang sangat lembut.

Gunung Sumbing


Pemandangan Di Posong

Dengan latar belakang adalah Gunung Sindoro yang nampak gagah dengan warna hijau kebiruan yang sangat mempesona, Posong terletak pada lereng gunung yang gagah ini.



Dibelakang kami itulah Gunung Sindoro yang sedang memperlihatkan kemegahannya.

Wisata Alam Posong terletak pada ketinggian 2000 mdpl. Dalam bayangan saya ketika pertama kali akan kesana, kita harus berjalan kaki yang cukup jauh untuk mencapai tempat dimana kita dapat melihat pemandangan yang indah disana. Namun ternyata dugaan saya salah. Kita dapat menikmati pemandangan yang indah itu tanpa harus berjalan kaki. Karena jenis kendaraan seperti mobil dan motor dapat menjangkau tempat wisata ini. Jadi begitu kita memarkirkan kendaran, kita dapat langsung menikmati panorama yang disuguhkan Tuhan kepada kita melalui keindahan Panorama di Posong.

Sepanjang perjalanan menuju Wisata Alam Posong disuguhkan hamparan perkebunan tembakau milik warga yang tumbuh subur dan sangat hijau. Saya begitu takjub melihat pemandangan yang seperti itu. Belum selesai dengan pemandangan kebun tembakau, mata saya kembali dimanjakan oleh kemegahan Gunung Sumbing yang masih berselimut awan putih yang terlihat begitu dekat dengan kita. Rasanya ingin sekali menjangkau tumpukan awan-awan cantik itu dan berbaring untuk menghangatkan tubuh yang dingin ini. Indah sekali. Lukisan alam yang sempurna.

Gunung Sumbing

Jalan Menuju Posong

Gunung Sumbing


BEAUTIFUL SUNRISE IN POSONG

Siapa yang akan menolak ketika diajak untuk menyaksikan keindahan matahari terbit. Matahari terbit merupakan sebuah moment yang dinantikan banyak orang. Di Wisata Alam Posong, kita dapat menyaksikan “BEAUTIFUL SUNRISE”. Menyaksikan matahari terbit yang benar-benar sangat mengagumkan. Keindahan sunrise atau matahari terbit tersebut dapat dinikmati pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Matahari terbit dan pemandangan jajaran gunung-gunung yang nampak dari kejauhan hanya dapat dinikmati ketika pagi hari di saat cuaca sedang cerah.



Bahkan bukan hanya sunrise yang dapat kita lihat disana. Menurut beberapa orang yang memang pernah berkemah dimalam hari disana dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota dan ada sumber lain pula yang mengatakan disana juga dijadikan tempat untuk memotret Milky Way ketika malam hari. Saya dapat membayangkan bagaimana indahnya Posong ketika malam hari.


FASILITAS YANG TERSEDIA

Pada saat ini, Pengelola telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memudahkan pengunjung ketika berwisata ke Posong. Menurut sumber yaitu http://posongtemanggung.blogspot.co.id/ dan beberapa cerita dari beberapa orang, fasilitas yang disediakan oleh Pengelola Posong Temanggung adalah Trekker, Parkir, Mushola, Sarana Outbond, MCK, atau Paket One Day Tour termasuk Persewaan Tenda dan lain-lain.

Selain itu, jika kita lelah berdiri menyaksikan keindahan pemandangan disana juga telah disediakan beberapa gazebo untuk yang bisa digunakan untuk sekedar tempat duduk, berteduh, atau untuk kumpul-kumpul bersama kerabat. Ada pula warung yang menyediakan makanan serta minuman hangat untuk mengurangi rasa dingin.



INFORMASI WISATA

Untuk tiket masuk dan biaya parkir disana sebenarnya saya lupa berapa. Namun menurut sumber http://posongtemanggung.blogspot.co.id/, Tiket masuk Rp 2.000,-. Sedangkan untuk Parkir motor Rp 1.000,- dan Parkir mobil Rp 5.000,- (kalau belum ada perubahan). Menurut saya itu sangat murah karena kita dapat melihat pemandangan alam yang menakjubkan.


LOKASI

Untuk menuju lokasi Wisata Alam Posong Temanggung dapat ditempuh dari Parakan Temanggung sekitar 6 KM menuju kearah Wonosobo sampai di Desa Tlahab, Kledung, Temanggung. Dari pinggir jalan Parakan – Wonosobo, nanti ada sebuah gapura sebagai jalan masuk Wisata Alam Posong. Kemudian mengikuti jalan yang sejauh 3,5 KM. Jalan tersebut hanya cukup untuk 1 buah mobil.
Alamat Wisata Alam Posong : Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Temanggung, Jawa Tengah

Jika ingin lebih jelas mengetahui tentang informasi terkait Wisata Alam Posong Temanggung dapat dilihat di Akun Facebook Posong Temanggung atau Like Fanspage Wisata Alam Posong, Tlahab, Kledung, Temanggung

Terbang Tinggi Menggapai Matahari :)


Selasa, 08 Desember 2015

LEZATNYA NASI PENGGEL KHAS KEBUMEN

Alun-alun Kebumen

Indonesia merupakan sebuah Negara yang sangat unik. Keunikan tersebut didapat dari adanya makanan-makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia. Disetiap kota atau kabupaten di Indonesia memeiliki makanan khasnya sendiri-sendiri. Bahkan dalam kota atau kabupaten tersebut memiliki makanan khas yang berbeda antara kecamatan yang satu dengan yang lain misalnya. Sebagai contoh makanan khas Indonesia ada masakan bernama Soto. Beberapa daerah memang menjadikan soto sebagai makanan khasnya. Namun berbeda antara satu dengan yang lainnya. Soto Semarang tentu akan berbeda dengan Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Banjar, maupun Soto Makassar yang biasa disebut Coto Makassar. Hal yang membeedakannya adalah bahan yang digunakan untuk membuat masakan tersebut. Ada pula makanan khas dari kota kelahiran saya yaitu Jepara. Jepara memiliki beberapa makanan khas salah duanya yaitu pindang srani (masakan ini berbahan dasar ikan) dan horog-horog (tunggu ulasan tentang makanan ini dipostingan saya lain). Selain beberapa makanan tersebut masih banyak makanan lain yang khas dari Indonesia. Salah satunya adalah makanan khas dari Kebumen yaitu Nasi Penggel.

Kali ini saya akan mengulas tentang kenikmatan Nasi Pengggel khas Kebumen yang saya rasa saya ketagihan untuk kembali menikmati kelezatannya.

Ketika berkunjung ke Kebumen beberapa waktu yang lalu untuk mengunjungi rumah nenek saya. Waktu masih sangat pagi ketika saya sampai di Alun-alun Kebumen. Saya kemudian sholat subuh di Masjid Agung Kebumen. Karena rumah nenek saya berada cukup jauh dari Alun-alun Kebumen, saya menyempatkan diri untuk mengelilingi Alun-alun. Namun begitu keluar dari halaman masjid saya melihat beberapa gerobak pedagang kaki lima yang sudah berbaris rapi mengelilingi Alun-alun. Kemudian saya menyebrang menuju Alun-alun. Persis disebrang depan masjid ada seorang bapak-bapak yang menurut saya sudah cukup tua sedang mempersiapkan barang dagangannya tanpa ada seorang pun yang membantunya. Bapak tersebut sedang membuat adonan tempe mendoan (mendoan adalah tempe yang digoreng dengan adonan tepung basah dengan irisan daun bawang dan terasa gurih). Sebenarnya saya tertarik untuk membeli tempe membeli tempe mendoannya karena terasa sangat menggoda dengan tempe yang agak tipis namun lebar dan tentunya masih hangat karena baru digoreng. Saya dan bapak saya pun memutuskan untuk menunggu tempe mendoan hingga matang. Setelah matang saya pun menikmatinya dengan lahap sambil duduk lesehan. Makan satu tempe saja rasanya sudah kenyang.

Bapak penjual tersebut kemudian menawarkan kami sarapan. “itu namanya nasi apa pak ?” tanya Bapakku. “Nasi Penggel pak”, jawab Bapak penjualnya. Lantas kami memesan dua porsi nasi. Ketika Bapak penjual nasi penggel itu menyerahkan piring berisi nasi saya agak terkejut. Saya melihat nasi yang sudah dikepal-kepal berbentuk bulatan diatas piring yang beralaskan daun pisang itu. “sayur dan lauknya ambil sendiri mbak”, katanya kemudian.

Aku masih bingung dengan bentuk nasinya. Kenapa nasinya bentuknya seperti itu. Sebenarnya itu nasi biasa, namun dalam penyajiannya nasi itu dikepal-kepal menjadi bulatan yang tidak begitu besar mungkin seukuran bola pingpong. Jadi seperti makan Onigiri kalau di Jepang karena nasinya yang sama-sama dikepal-kepal. Mungkin seperti makna dari Nasi Penggel itu Nasi yang dikepal-kepal.

Dalam piring tersebut, kemudian diberi alas daun pisang terlebih dahulu baru kemudian diisi sekitar 10 kepal nasi (ini bisa nambah bisa dikurangi sesuai dengan yang diinginkan pembeli). Namun meskipun sebelumnya berbentuk kepalan bulat, nasi tersebut jika akan dimakan dan dicampur kuah dari sayurnya akan kembali seperti nasi biasa bukan berbentuk kepalan lagi. Untuk sayur dan lauknya bebas bisa memilih sendiri. Sayur yang menemani kenikmatan nasi ini adalah seperti sayur lodeh nangka muda atau kadang disebut gori dengan bumbu yang gurih dan campuran daun singkong. Sedangkan untuk lauknya, ada kikil, jeroan sapi seperti limpa, paru, dan semacamnya serta tahu atau tempe yang dimasak seperti opor. Ada pula telur balado yang menjadi favorit saya karena pedasnya. Jadi semuanya masih hangat. Nasi ini sangat cocok dijadikan menu untuk sarapan pagi. Sambil duduk lesehan menikmati Nasi Penggel beserta ubo rampenya dan melihat anak-anak berangkat sekolah dengan menggunakan  sepeda, ahh nikmatnya.

Makanan ini memang sangat sederhana sekali. Seperti menggambarkan kesederhanaan masyarakat Kebumen. Harganya juga menurut saya cukup murah. 3 porsi nasi + sayur + lauk 2 opor jeroan sapi + 1 balado telur + 3 tempe mendoan + 2 teh manis hanya ditebus dengan uang 38 ribu rupiah. Beberapa kali pula saya melihat ada beberapa ibu-ibu yang memebeli hanya sayur dan lauknya saja yang kemudian dibawa pulang untuk menu sarapan keluarganya. Memang cukup terkenal dan lumayan ramai pembeli yang membeli nasi diwarung lesehan ini. Tapi katanya ada pula yang lebih ramai dari tempat ini.

Ahh Nasi Penggel ... aku sangat merindukan kenikmatanmu ...




LOKASI

Alun-alun Kebumen. Persis diseberang mini market sebelah Masjid Agung Kebumen.