Powered By Blogger

Sabtu, 20 Agustus 2016

B.J. HABIBIE, INDONESIA SEBAGAI BELAHAN JIWANYA


Foto : Tempo.co


Siapa yang tidak mengenal salah satu sosok orang hebat Indonesia yang satu ini. Beliau adalah Bacharudin Jusuf Habibie atau kita biasa mengenalnya dengan B.J. Habibie. Beliau masuk dalam deretan orang hebat Indonesia yang diakui dunia. Banyak sekali teladan-teladan yang dapat kita lihat dan bahkan bisa kita tiru untuk kita terapkan dikehidupan kita sebagai anak-anak muda Indonesia. Banyak yang bisa kita pelajari dari beliau. Mulai dari semangat dan kegigihannya yang terus membara, kesetiaannya pada keluarga dan bahkan pada tanah air, kecerdasan yang dimilikinya, dan masih banyak teladan-teladan yang lainnya yang tidak mungkin ditulis satu persatu.

Saya memang tidak mengenal beliau secara langsung dan tidak banyak mengetahui bagaimana beliau memimpin Negara ini. Memang pada waktu beliau menjadi Presiden maupun Wakil Presiden saya sendiri pada waktu itu masih balita jadi belum bisa melihat melalui beberapa sudut pandang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Waktu itu setahu saya, Pak Habibie itu ya Presiden saya. Bahkan, pada saat itu saya juga tidak tahu kalau Pak Habibie ini pernah membuat pesawat. Namun seiring perkembangan usia yang saya alami, saya sedikit demi sedikit mengetahui siapa sebenarnya sosok Pak Habibie. Pengetahuan tentang Pak Habibie semakin bertambah ketika ada beberapa judul film Tanah Air yang mengangkat kisah nyata kehidupan Pak Habibie. Jujur, adanya film tersebut juga menambah banyak pengetahuan saya tentang Pak Habibie. Film ini juga diproduksi tidak asal-asalan karena ini adalah film tentang seorang tokoh besar. Berawal dari film itu pula, teladan-teladan Pak Habibie mulai menjalar ke semua orang di Negeri ini.

Teladan yang dapat kita pelajari dari Pak Habibie, salah satunya adalah rasa cintanya kepada tanah air. Bagaimana tidak cinta dengan tanah air ? Beliau adalah orang hebat yang diakui dunia namun lebih memilih kembali ke Indonesia untuk memajukan Indonesia agar dunia juga memandang Indonesia tidak hanya sebelah mata. Di Luar Negeri sana jika beliau bersedia, beliau bisa hidup kaya raya karena kecerdasan yang dimilikinya. Bagaimana yang terjadi di Indonesia sekarang ? berapa orang hebat yang memilih kembali ke Indonesia ? Hanya segelintir orang, yang lainnya kebanyakan lebih memilih bekerja di luar negeri. Mungkin mereka juga berpikir hidup diluar negeri lebih enak dan lebih makmur. Dahulu ketika masih tinggal di Jerman, meskipun telah bekerja di perusahaan di Jerman dan bisa dikatakan pula telah memiliki jabatan yang cukup mumpuni, beliau tetap berpikiran ingin kembali ke Indonesia. Dalam film yang saya lihat pula, Pak Habibie ketika itu mengirimkan semacam surat pernyataan kepada Pengurus Komando Industri Pesawat Terbang di Indonesia bahwa beliau ingin kembali ke Indonesia untuk mengabdikan dirinya pada industri tersebut dan membuat pesawat terbang untuk Indonesia. Namun keinginan beliau waktu itu untuk kembali ke Indonesia harus tertunda karena Industri tersebut belum dapat menerimanya. Namun hal tersebut tidak membuat Pak Habibie berkecil hati meskipun sebenarnya memang sedikit kecewa karena beliau juga telah menjanjikan kepada Ibu Ainun agar bisa secepatnya kembali ke Indonesia. Namun begitu, Pak Habibie tetap berjuang untuk bisa mengabdikan dirinya bagi Indonesia. Selain Bu Ainun dan keluarganya, begitu besarnya cinta Pak Habibie dengan Indonesia.

Selain rasa cintanya kepada tanah air, teladan yang dapat kita pelajari dari beliau adalah semangat dan kegigihannya. Saya masih ingat pada sebuah cerita dimana Pak Habibie pulang bekerja dengan keadaan kaki yang lecet karena alas sepatu yang berlubang dan hanya ditutup dengan kertas dan harus berjalan jauh menembus dinginnya salju dari tempatnya bekerja hingga kediamannya karena uang yang beliau punya tidak cukup untuk ongkos pulang menggunakan transportasi umum. Pernah suatu ketika ada beberapa orang yang ragu dengannya. Banyak pula yang memandang sebelah mata. Namun beliau tetap yakin dan gigih, beliau percaya bahwa beliau mampu menyelesaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Jika menulis teladan-teladan yang bisa kita pelajari dari Pak Habibie pasti tidak akan ada habisnya. Mungkin jika dituliskan kedalam buku akan menjadi beberapa buku dengan ratusan halaman.
Foto : id.wikipedia.org

Salah satu impian saya adalah dapat bertemu dengan Pak Habibie. Walaupun hanya sekejap dan sedikit mendengarkan cerita dari beliau secara langsung. Belum lama saya mengetahu ada Museum Bank Mandiri ini. Ingin sekali bisa menyaksikan secara langsung “Pameran foto habibie dan Gebyar Aneka Lomba yang diselenggarakan berbagai Komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua – Jakarta Barat”. Alangkah bahagianya saya jika memiliki kesempatan untuk mengunjungi event tersebut dan dapat bertemu secara langsung dengan Pak Habibie.

Terima kasih Pak Habibie, Terima kasih Bank Mandiri ...

Foto : www.pusakaindonesia.org


Rabu, 10 Agustus 2016

PELABUHAN BARU, HARAPAN BARU

Pariwisata mana di Indonesia ini yang tidak indah ? Indonesia di mata dunia selain terkenal dengan keramah tamahan masyarakatnya, juga terkenal dengan tempat wisatanya yang menakjubkan. Bayangkan berapa banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia setiap harinya. Lihatlah Bali, ketika berada disana sejauh mata memandang banyak turis mancanegara yang berlalu lalang. Selain Bali, ada pula Raja Ampat, Lombok, Bunaken, Karimunjawa, dan lain sebagainya. Bahkan ketika berkunjung ke Lombok dan berada di Kawasan Senggigi dan Gili Trawangan, kita seperti merasa sedang berada di luar negeri karena mayoritas pengunjungnya adalah turis mancanegara.

Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menyebutkan bahwa pariwisata merupakan berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dewasa ini, pariwisata memang sedang hangat dibicarakan dalam setiap Negara. Pemerintah dari berbagai Negara tersebut saling berlomba-lomba untuk meningkatkan atau mengembangkan pariwisata yang diyakini memiliki potensi yang tinggi di Negaranya. Tidak terkecuali dengan Indonesia. Meskipun Indonesia terkenal dengan tempat wisatanya yang sangat menakjubkan, Kementrian Pariwisata tetap terus secara gencar mempromosikan pariwisata Indonesia baik didalam negeri maupun diluar negeri. Pada era saat ini, yang saya menyebutnya dengan era sosial media justru lebih banyak tempat wisata di Indonesia yang sebelumnya tidak ada orang yang mengetahui kemudian menjadi tujuan banyak orang karena sudah terekspos di sosial media. Hal tersebut justru dapat membantu Pemerintah dalam mempromosikan pariwisata di Indonesia.
 
Namun sebenarnya, perkembangan pariwisata tidak hanya dilihat dari gencarnya promosi yang dilakukan. Dalam Undang-Undang pula disebutkan, setidaknya ada 4 unsur yang menjadikan suatu tempat menjadi destinasi wisata. Keempat unsur tersebut dua diantaranya adalah aksesibilitas dan infrastuktur. Kedua unsur tersebut menjadi sangat vital dalam pengembangan destinasi wisata. Aksesibilitas dalam hal ini dapat diartikan dengan kemudahan akses untuk menuju ke destinasi wisata. Infrastruktur juga memiliki makna yang hampir sama dengan aksesibilitas. Infrastuktur memiliki arti lebih ke fasilitas yang menunjang kemudahan para wisatawan yang istilahnya kemudahan ketika berangkat, berada di destinasi wisata, hingga pulang dari destinasi wisata.
 
Selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah juga gencar memperkenalkan destinasi wisata yang ada di daerahnya masing-masing agar dapat dikenal dan dapat berkembang. Perkembangan pariwisata ini dapat meningkatkan pendapatan asli masing-masing daerah. Oleh sebab itu, pariwisata-pariwisata di daerah menjadi fokus Pemerintah Daerah saat ini. Hal tersebut tak terkecuali dengan Pemerintah Kabupaten Jepara. Tidak mau kalah dengan daerah-daerah yang lainnya, Pemerintah Kabupaten Jepara yang dalam hal ini menjadi tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara juga sedang melakukan aksi promosi besar-besaran destinasi wisata yang dimiliki daerahnya. Destinasi tersebut khususnya Kepulauan Karimunjawa. Kepulauan Karimunjawa menjadi destinasi wisata unggulan yang dimiliki oleh Jepara. Wisata baharinya yang menakjubkan mampu menarik wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
 
Untuk menjadikan Kepulauan Karimunjawa agar menjadi lebih baik lagi tentunya ada beberapa syarat yang harus dilakukan. Syarat-syarat tersebut seperti yang telah dijelaskan diatas yaitu aksesibilitas dan infrastruktur. Kedua syarat tersebut saling berkaitan. Untuk Kabupaten Jepara serta Kepulauan Karimunjawa, agar kedua syarat tersebut dapat terwujud ada beberapa inovasi yang harus dilakukan. Salah satunya adalah Pembangunan Pelabuhan. Sebenarnya, pelabuhan tersebut sudah ada baik di Jepara maupun di Kepulauan Karimunjawa. namun pelabuhan ini belum cukup layak. Belum cukup layak disini memiliki arti sebenarnya sudah bagus namun masih masih belum maksimal. Dimulai dari toilet, ruang tunggu yang tidak cukup untuk menampung penumpang bahkan ruang tunggu tersebut hanya diperuntukkan bagi penumpang kapal cepat, akses menuju kapal penyebrangan yang menurut saya kurang nyaman, area parkir yang sangat sempit untuk ukuran pelabuhan, dan lain sebagainya.

PELABUHAN JEPARA
Source : id.worldmapz.com

PELABUHAN KARIMUNJAWA
Source: tekooo.com
Hal-hal tersebut juga seharusnya menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Pusat tidak hanya Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat yang dalam hal ini adalah Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian PUPR) memiliki pandangan bagaimana standar pelabuhan yang baik. Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara tentu akan sangat setuju dengan inovasi baru untuk memperbaiki pelabuhan yang sudah ada. Istilahnya inovasi tersebut dapat dinamakan Inovasi Pelabuhan Ramah Wisatawan. Untuk mewujudkan Pelabuhan Ramah Wisatawan ini dapat dimulai dari memperbaiki atau meningkatkan sarana dan prasarana yang ada, memperbaiki Sumberdaya Manusia yang ada, dan lain sebagainya.
 
Ketika aksesibilitas dan infrastruktur ini telah menjadi lebih baik, tentu akan bertambah banyak pula wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata yang dalam hal ini adalah Kepulauan Karimunjawa. Dengan pertambahan kunjungan wisatawan tersebut maka secara otomatis dapat menambah pendapatan daerah setempat dan dapat menjadikan daerah tersebut menjadi lebih maju dan mandiri. Dapat juga digunakan untuk menambah pendapatan masyarakat setempat dengan adanya destinasi wisata tersebut.
 
Sebuah negara akan menjadi sangat maju jika diawali dari kemajuan daerah-daerah yang menjadi bagian dari negara tersebut. Kembangkan infrastuktur Indonesia. Kembangkan Pariwisata Indonesia. Indonesia Jaya.

Minggu, 12 Juni 2016

TIDAK HANYA DARAH, LINGKUNGAN HIDUP JUGA MENJADI PERHATIAN DARI PMI

Siapa yang tidak mengenal PMI ? Sebagai orang Indonesia tentu tidak asing dengan organisasi yang satu ini. Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi kemanusiaan yang tertua di Indonesia. Namun, orang Indonesia belum banyak yang mengenal secara mendalam tentang peran PMI. PMI hanya dikenal sebagai organisasi yang berhubunagn dengan pendarahan. Maksud dari pendarahan disini adalah tempat untuk donor darah, penyimpanan darah, dan lain sebaginya yang berhubungan dengan darah. Bahkan tidak sedikit pula yang mengenal PMI hampir sama dengan rumah sakit.

Tulisan ini diharapkan mampu mengenalkan lebih mendalam tentang peran PMI diluar tugasnya yang berhubungan dengan darah. Setiap cabang PMI diseluruh Indonesia tentu memiliki tujuan yang sama namun untuk tercapainya tujuan-tujuan tersebut mereka memiliki program-program kerja yang berbeda satu sama lain karena memang harus menyesuaikan kondisi yang ada dilingkungan sekitarnya.

Ada salah satu program dari PMI yang tugasnya tidak berhubungan dengan darah. Program yang satu ini berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Program dari PMI ini tentang Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat atau yang disingkat menjadi PERTAMA.

Beberapa kegiatan dilaksanakan agar tujuan dari Program PERTAMA ini dapat tercapai. Salah satunya adalah untuk menjaga kelestarian hidup terutama pada daerah pesisir yaitu dengan penanaman pohon mangrove dan tumbuhan-tumbuhan yang biasa ditanam di pantai yang dapat dijadikan sebagai pengaman pantai dari abrasi serta gelombang pasang.

Source : Dokumentasi PMI Lembata

Pada PMI khususnya yang bercabang di daerah pesisir banyak yang melakukan kegiatan serupa yaitu penanaman pohon mangrove didaerah pesisir. Salah duanya adalah Kantor PMI Cabang Lembata dan Kantor PMI Kabupaten Aceh Jaya. Menurut sumber yang ada, yang dalam hal ini dapat dilihat dalam sebuah berita tertulis di link (http://arsip.floresbangkit.com/2015/03/cegah-abrasi-pmi-lembata-dan-warga-penikenek-tanam-ribuan-anakan-mangrove/) untuk berita tentang PMI Cabang Lembata dan di link (http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/kisah/k2-categories/item/199-rumah-bibit-mangrove-untuk-penghijauan.html) untuk berita tentang PMI Kabupaten Aceh Jaya.

Menurut sumber-sumber tersebut, PMI menjadi relawan bersama pemerintah serta warga setempat menanam ribuan bibit pohon mangrove serta tanaman pantai yang lain di daerah pesisir pantai Desa panikenek, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata pada awal tahun 2015 yang lalu. Sebenarnya kawasan ini memiliki keeksotisan yang bisa dibilang sangat luar biasa. Karena mungkin daerah ini memang belum banyak diketahui oleh orang-orang Indonesia. Namun keeksotisan ini terancam akan hilang karena adanya abrasi dan gelombang pasang yang terus menerus terjadi dikawasan ini.

Tidak jauh berbeda dengan PMI Cabang Lembata, PMI Kabupaten Aceh Jaya juga melakukan hal serupa yaitu masih berhubungan dengan penyelamatan pantai dengan mangrove. Namun yang berbeda adalah untuk PMI Kabupaten Aceh Jaya pada awal tahun 2014 telah membangun beberapa lokasi rumah unik. Mengapa disebut unik ? karena memang lain dari rumah pada umumnya. Rumah ini merupakan rumah bibit mangrove. Jadi rumah ini digunakan istilahnya untuk menyemai bibit mangrove sebelum ditanam. Program ini juga termasuk dalam program PERTAMA yang nantinya akan dilanjutkan kegiatan penanaman pohon mangrove didaerah pesisir kabupaten setempat.

Berdasarkan kegiatan untuk menjaga lingkungan hidup tersebut yang telah dilakukan oleh PMI Lembata dan PMI Aceh Jaya tersebut, sebenarnya dapat dijadikan acuan atau contoh bagi PMI diseluruh Indonesia yang belum melakukan kegiatan serupa. Terutama untuk PMI yang bercabang didaerah pesisir. Pada tulisan ini akan diberi contoh daerah yang memang memerlukan penanganan yang sangat serius terutama pada bidang lingkungan hidup. Daerah tersebut adalah Semarang Ibukota Provinsi Jawa Tengah.

Adakah yang mengingat lagu tentang Semarang yang ini ? “Semarang kaline banjir ... Yen Sumelang aja dipikir ...”. sepenggal lirik lagu tersebut memang sedikit menggambarkan keadaan Ibukota Jawa Tengah ini. Namun sekarang bukan kali atau sungainya saja yang terkena banjir namun jalan rayanya juga seringkali terendam oleh air rob yang naik ke darat akibat dari air laut yang pasang. Pengelolaan pesisir yang kuranglah yang menyebabkan air rob ini seringkali menggenangi sejumlah kawasan di Semarang. Daerah yang seringkali tergenang oleh banjir air rob ini adalah didaerah genuk dan kaligawe. Kota lama yang menjadi landmark Kota Semarang pun ikut terkena dampak dari banjir rob ini. Hal ini bisa menjadi sebuah pekerjaan yang memang sangat berat bagi Pemerintah setempat. Tidak terkecuali untuk PMI Cabang setempat. PMI Cabang setempat dapat membuat program-program yang dapat mengurangi kerusakan yang terjadi pada lingkungan hidup yang pada hal ini terjadi di daerah Semarang yeng terkena dampak banjir rob. Penanaman mangrove disepanjang garis pantai di pesisir Semarang juga merupakan sebuah ide yang briliant untuk mengatasi masalah ini namun memang membutuhkan waktu yang cukup panjang apabila menunggu pohon mangrove itu tumbuh besar. Namun dampak positif dari penanaman mangrove ini juga sangat luar biasa. Karena selain untuk pengamanan pantai, kawasan mangrove juga dapat menambah penghasilan warga daerah setempat. Karena kawasan mangrove banyak digunakan ikan-ikan untuk bertelur. Dan dapat dibayangkan betapa banyaknya ikan-ikan disana.

Itulah sedikit tulisan yang menggambarkan betapa besarnya peran Palang Merah Indonesia untuk Indonesia. Karena memang tidak hanya yang berhubungan dengan darah yang menjadi program dari PMI. Tapi seluruh kegiatan kemanusiaan bahkan hingga lingkungan hidup yang memang menjadi tempat tinggal para manusia.

Sepenggal Mars PMI … “Gerak juangnya ke seluruh nusa. Mendarmakan bakti bagi ampera. Tunaikan tugas suci, tujuan PMI. Dipersada Bunda Pertiwi”.

Jayalah Palang Merah Indonesia ... Terima kasih atas pengorbananmu bagi kami Bangsa Indonesia ...

Kamis, 12 Mei 2016

TEATER KOLOSAL MEMERIAHKAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2016 DI JEPARA









Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) di Indonesia. Banyak sekali kegiatan yang diselenggarakan untuk memeriahkan Hardiknas setiap tahunnya. Acara yang diselenggarakan tersebut biasanya diikuti oleh seluruh civitas akademika baik pelajar, mahasiswa, pengajar, dan lain sebagainya. Tidak terkecuali pula di Kota Ukir, Jepara. Untuk memeperingati Hardiknas, semua sekolah di Jepara juga mengadakan Upacara Bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional. Tidak hanya di sekolah-sekolah saja, di Alun-alun Jepara juga diadakan Upacara serupa yang dihadiri langsung oleh Bupati Jepara yang menjadi Inspektur Upacara.

Namun ada hal yang menarik setelah upacara di Alun-alun Jepara, ada pertunjukan Teater Kolosal. Teater kolosal ini dimainkan oleh gabungan pelajar-pelajar di Jepara baik SD hingga SMA. Sebenarnya, Teater Kolosal ini tidak hanya diadakan tahun ini saja. Tahun-tahun sebelumnya pun diadakan pentas serupa namun tema-temanya saja yang berbeda setiap tahunnya. Sewaktu masih duduk dibangku Sekolah Menengah Atas saya juga sempat mengikuti pentas kolosal ini karena memeng waktu itu saya ikut ekskul Teater di sekolah.


Baiklah saya akan cerita singkat tentang alur cerita yang dimainkan dalam Pentas Teater Kolosal Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 di Jepara dan didukung oleh beberapa foto yang diambil ketika Teater Kolosal berlangsung.

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil yang ingin sekolah. Kemudian oleh orang tuanya, dia dimasukkan ke sebuah Taman Kanak-kanak yang memang menjadi awal dari pendidikan formal. Seperti layaknya anak-anak TK, anak itu sangat riang gembira ketika berangkat sekolah. Belajar sambil bermain.


Seiring berkembangnya waktu, anak tersebut mulai memasuki bangku Sekolah Dasar. Disini pelajaran yang diberikan pun agk sedikit lebih banyak. Namun tetap, untuk seukuran anak SD bermain juga menjadi kebiasaan mereka sehari-hari tidak terkecuali di sekolah.




Setelah menamatkan bangku sekolah dasar, anak ini mulai memasuki bangku sekolah menengah. Pada saat inilah masa-masa anak mulai mencari jati dirinya. Kalau kata orang Anak Baru Gede (ABG). Pada masa ini, sifat labil anak pun mulai terlihat. Dan seringkali mengikuti teman-temannya. Ada yang menarik dalam Teater Kolosal kali ini. Ada adegan yang memperlihatkan si anak yang mungkin mengikuti gaya teman-temannya yang suka balapan motor. Si anak ini pun suka ikut balapan motor. Suatu ketika, saat dia sedang balapan motor, dia mengalami kecelakaan yang memebuatnya luka parah (ini cuma akting yaa ...)


Begitu menamatkan sekolah menengah pertamanya, anak itu kemudian melanjutkan ke bangku menengah atas. Seperti yang kita ketahui bersama, pada masa ini, anak-anak mulai memasuki proses menuju dewasa. Tentu makin banyak sekali godaan-godaan yang diterima dari pergaulannya. Hal tersebut juga menjadi adegan di pentas kolosal ini. Ketika itu, si anak mulai bosan sekolah, bosan belajar. Dia ingin seklai mengikuti teman-temannya (lihat anak-anak dalam lingkaran merah pada gambar dibawah). Padahal teman-temannya tersebut sedang berpesta miras, narkoda, dan lain-lain. Orang tua si anak ini melarangnya untuk bergabung dengan teman-temannya.

Perhatikan di lingkaran merah

Ditengah-tengah pesta, ada razia dari kepolisian. Teman-teman dari anak tersebut semuanya ditangkap polisi. Beruntung bagi anak itu karena dia tidak sempat ikut pesta itu. Nah yang menarik kali ini, yang menjadi Polisi-polisi itu adalah Polisi Cilik dari SD N 1 Panggang Jepara. Wah mereka keren sekali. Saya menyebutnya kecil-kecil cabe rawit. Nampak gagah-gagah sekali meskipun masih SD. Mereka juga menampilkan senam lalu lintas kalau tidak salah namanya dengan formasi serta gerakan yang sangat menarik.




Kembali ke alur cerita Teater Kolosal selanjutnya ..

Kemudian si anak beranjak dewasa dan memasuki Sekolah Menengah Atas dan kemudian ke perguruan tinggi. Semakin tinggi pendidikan yang ditempuhnya, maka semakin banyak dan besar pula cobaan yang harus dihadapinya terutama dari pergaulannya sehari-hari. Godaan-godaan tersebut seperti ISIS, Narkoba, Perilaku Hedonis, dan lain sebagainya yang memang sering terjadi pada remaja bahkan hingga saat ini. Untuk mengilustrasikannya, ditampilkan beberapa anak dengan kostum menggunakan kostum bertulisan di punggung. Kemudian beberapa anak yang berperan sebagai godaan ini mencegah anak yang sedang berjuang untuk menyelesaikan pendidikannya.


Akhirnya, karena doa dari Orang Tuanya serta ketidakperdulian anak tersebut terhadap godaan-godaan buruk yang mengejarnya, anak tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya hingga sarjana dan dengan bangga ia mengenakan toga.


Demikianlah Pentas Teater Kolosal untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional di Jepara. Saya selalu menunggu dan menyempatkan untuk melihat secara langsung di Alun-Alun Jepara setiap tahunnya. Semoga Pendidikan di Indonesia semakin baik dan terus berbenah. Jayalah Pendidikan Indonesia.